Tes Perangkat Desa Purworejo Berlangsung Tegang, Satu Keluarga Dapat Nilai Tertinggi

Proses koreksi tes perangkat desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.

MADIUN, FaktaNusantara.com - Seleksi perangkat desa, pada Rabu (5/12/2017), di Balai Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, berlangsung tegang.

Peserta ujian tes perangkat desa yang diikuti 16 peserta itu, merebutkan satu formasi yaitu Kamituwo (Kepala Dusun) Desa Purworejo. Alhasil, peserta bernama Jainuri meraup nilai tertinggi pada tes perangkat desa tersebut, dengan nilai 60,00.

Namun, berhembus kabar jika ada pengaturan nilai pada seleksi perangkat desa kali ini. Ini seperti dikatakan salah satu panitia yang menolak namanya dipublikasikan. Menurutnya, ada kejanggalan pada nilai hasil ujian. Dimana, ketiga peserta yakni Jainuri, Siti Wulandari dan Ali Alif Saputro, meraup nilai dengan jarak berdekatan. Ketiganya, menurutnya, masih bersaudara.

Dirinya merinci, Jainuri dengan nilai 60,00. Siti Wulandari meraup nilai 58,60, dan Ali Afif Saputro dengan nilai 56,80. Sementara, dua peserta ujian lain terpaut jauh dan memiliki nilai sangat kecil.

"Supriani nilainya cuma 33,60, Yuliana nilainya 37,60. perbedaanya sangat jauh sekali. Kenyataan ini, ada dugaan kong kalikong," terangnya saat di lokasi tes perangkat desa.

Kepala Desa Purworejo, Suprayogi, pada kesempatan itu, memberi semangat kepada seluruh peserta calon perangkat desa yang akan menjalani tes ujian. "Tujuan utama mengadakan tes perangkat desa ini untuk mengoptimalkan kerja kewilayahan," jelasnya.

Seprayogi juga berharap, dalam hal koordinasi wilayah dusun, bisa membantu pemerintah desa (Pemdes) yang dipimpinnya. "Misalkan ada yang pakai klenik itu hal biasa. Tapi kemarin sore di balai desa saya amati tidak ada," ungkapnya.

Sementara Ketua Panitia Tes Perangkat Desa, Sidi Waspodo mengungkapkan, ujian tersebut tanpa bank soal, melainkan langsung tes sesuai dengan Perbup. "Nilai tertinggi sudah diumumkan. Alhamdulillah tidak draw," ungkapanya.

Disinggung soal adanya perdukunan dalam tes perangkat desa, Sidi berpendapat hal tersebut merupakan urusan pribadi masing-masing. "Yang jelas, panitia sudah bekerja dengan maksimal. Tes perangkat ini bekerjasama dengan SMA Negeri Dagangan 5 orang independen, dan panitia tidak ikut campur tentang soal," terangnya. (s.rud/fn)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.